Menakjubkan! Ini Dia Surga Dunia Yang Terletak di Ujung Barat Pulau Jawa

0
55
Momentum tanggal 20 Febuari merupakan momen dilantik nya pejabat eksekutif provinsi Banten gubernur dan wakil gubernur terpilih, dalam momentum pelantikan gubernur dan wakil gubernur Banten ini menjadi momen untuk melakukan evaluasi kinerja pemerintah provinsi Banten yang masih banyak permasalahan di berbagai sektor seperti misalnya permasalahan stablilitas ekonomi, infllasi, pengangguran, kesehatan, infrasturktur Reformasi birokrasi belum terlaksana sepenuhnya di provinsi Banten. Di samping itu momen ini juga menjadi evaluasi terhadap kinerja pejabat legislatif terpilih yang sudah di lantik dimana persoalan yang terjadi juga tidak lepas dari perna fungsi DPRD. Aliansi mahasiswa, pelajar dan rakyat mengusung tagline "Banten Tidak Layak Huni" dimana hal ini didasarkan pada tingkat kesejahteraan masyarakat di Banten semakin menurun, seperti persoalan pengangguran yang tidak pernah selesai, penanggulangan kemiskinan ekstrim, gizi buruk dan stunting, pendidikan yang semakin tertinggal hal ini di buktikan dengan angka putus sekolah yang tinggi kemudian sarana prasarana yang tidak layak, komersialisasi, privatisasi serta kapitalisasi pendidikan juga masih terjadi di provinsi Banten, infrastruktur yang tidak relevan terhadap pembangunan daerah, fasilitas kesehatan yang masih buruk kita lihat kondisi masyarakat di Banten Selatan yang belum memiliki fasilitas kesehatan hal ini di buktikan dengan fakta di lapangan dimana masyarakat Banten di bagian selatan justru masih menggunakan fasilitas kesahatan yang ada di rumah sakit Sukabumi, belum lagi fenemona yang terjadi belakangan ini dimana banyak masyarakat yang butuh pengobatan di Pandeglang harus di tandu akibat akses jalan yang rusak dan fasilitas kesahatan yang jauh dari pemukiman masyarakat di Pandeglang hal ini juga di perparah dengan adanya praktik-praktik pungli kepada masyarakat yang terjadi di lingkungan rumah sakit umum yang di kelola oleh dinas kesehatan, rumah tidak layak huni yang masih banyak sekali salah satu contohnya di Lebak seorang warga tinggal satu atap dengan kambing, Banten belum memiliki rumah sakit jiwa, kemudian berbicara digitalisasi provinsi Banten masih sangat tertinggal ini di buktikan seperti yang terjadi di Cikeusik dimana ada satu sekolah yang tidak memiliki jaringan internet padahal wilayah tersebut tidak jauh dari ibukota, belum lagi permasalahan pertanian dimana masih banyak praktek monopoli dan mafia yang menindas kesejahteraan rakyat Banten, belum lagi persoalan harga pangan yang tidak jelas. Kemudian juga persoalan korupsi yang tidak pernah selesai seperti salah satu nya yang terjadi dimana kasus Mega korupsi Situ ranca gede dimana hilangnya aset negara yang merugikan sebesar 1 triliun rupiah, dan sampai sekarang belum terungkap, kasus ini sempat mencuat dan Kejati memanggil Fahmi hakim sebagai saksi dalam kasus hilangnya aset situ ranca gede namun kasus ini tidak memiliki kejelasan sampai sekarang parahnya Fahmi hakim sekarang menjabat sebagai ketua DPRD provinsi Banten sehingga hal ini menjadi polemik di provinsi Banten. Di tambah lagi buruk nya sistem pemerintahan Banten dalam memuat kebijakan yang pada akhirnya berdampak buruk di masyarakat seperti perubahan RT/RW di tahun 2023 merupakan kebijakan yang di kolusikan oleh pemerintah daerah dengan koorporasi dan memonopoli masyarakat. Dan parah nya provinsi Banten masih banyak di temukan praktik-praktik KKN yang di lakukan oleh lingkaran oknum pejabat. Banyak nya permasalahan yang terjadi ini akibat dari kebijakan pemerintah daerah yang tidak relevan, seperti kebijakan anggaran yang terkesan tidak berpihak kepada peningkatan taraf kesejahteraan masyarakat kita ketahui kebijakan anggaran pemerintah provinsi Banten tidak jelas arahannya anggaran APBD lebih banyak digunakan untuk kebutuhan pegawai dan pejabat ketidak seimbangan anggaran ini memicu kemunduran taraf kehidupan masyarakat di Banten, parahnya lagi kebijakan anggaran lebih dipentingkan untuk memfasilitasi gaya hidup pejabat di Banten,sehingga banten menyandang sebagai provinsi yang tidak layak huni. Oleh karenanya ini harus menjadi perhatian khusus bagi pejabat eksekutif yang baru untuk bisa membenahi menyelesaikan persoalan-persoalan yang terjadi di masyarakat akibat kebijakan yang ngawur. Aliansi mahasiswa, pelajar dan rakyat menuntut: 1. Usut tuntas kasus Korupsi situ ranca gede 2Cabut status PSN dan hentikan proyek pembangunan PIK 2 3. Usut tuntas pelaku pemagaran laut di Tangerang dan Serang Utara 4. Usut tuntas praktik pungli serta monopoli yang di lakukan oleh oknum pegawai dan pejabat 5. Tingkatkan fasilitas kesehatan dan bangun fasilitas rumah sakit jiwa 6. Hentikan praktik korupsi, kolusi dan nepotisme 7. Cabut kebijakan pemerintah yang merugikan masyarakat. 8. Tingkatkan pembangunan di wilayah tertinggal 9. Hentikan gaya hedonisme pejabat di tengah kesengsaraan masyarakat 10. Efisiensi kebijakan anggaran untuk kepentingan masyarakat

 

Vritdigi.com – Di ujung barat pulau Jawa terdapat wisata alam yang masih sangat terasa asri suasananya, surga dunia tersebut terletak di Pulau Peucang, destinasi wisata tersebut menawarkan sejumlah keeksotisan alam, seperti pantainya yang berkilau seperti permata dan saksi bisu keganasan letusan Gunung Krakatau 1883.Ujung kulon memiliki daya tarik untuk didatangi, Pulau Peucang, yang berada di kawasan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) berada di Kabupaten Pandeglang.

 

 

Berada di ujung barat pulau Jawa, perlu waktu antara dua jam dari wilayah Kota Pandeglang menuju dermaga di Kecamatan Sumur, perjalanan disambung menggunakan perahu yang bisa diakses dari dermaga kecamatan sumur sekitar 3 jam, namun lokasi yang cukup jauh akan terbayar dengan keindahan yang bisa dinikmati para wisatawan yang dating.

 

 

Di pulau konservasi tersebut, pengunjung bisa melihat dekat hewan-hewan liar seperti monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), babi hutan (Sus scrofa), dan rusa ujung kolun (Cervus timorensis) yang masih berkeliaran di sekitar pulau, keindahan pulau yang masih alami juga menjamin wisatawan betah menghabiskan waktu bersama keluarga dan kerabat.

 

 

Salah satunya wisatawan dari Kota Serang Melan, yang sengaja datang bersama rombongannya ke Pulau Peucang ini.

 

 

“Ini saya baru pertama kali ke sini, saya pikir Banten memiliki tempat wisata yang luar biasa, saya datang ke Pulau Peucang ini rencananya mau Snorkling dan naik kano, pasirnya putih keren halus banget, air lautnya jernih banget, tapi saya minta ke pengelola di Pulau peucang untuk melengkapi fasilitas penginapan, seperti tempat tidurnya, atau tempat penginapannya agar di renovasi biar lebih bagus,” uangkap Melan.

 

Wisatawan yang hendak melepaskan penat nya di Pulau Peucang ini, tidak perlu khawatir karena semua pelayanan sudah terjamin para petugas di sana, Pulau Peucang sendiri memiliki fasilitas penginapan, kantin, hingga pemandu wisatawan, serta internet, di bagian lain di pulau ini menyimpan sejarah tersendiri, di tengah pulau tak berpenghuni tersebut terdapat pohon Kiara setinggi 25 meter, pohon ini menjadi saksi bisu dari dahsyatnya letusan Gunung Krakatau pada tahun 1883, saat seluruh pulau terbakar oleh hawa panas letusan gunung, pohon tersebut tetap berdiri dan masih tumbuh hingga saat ini.

 

Sementara Tarno Mamo warga Wonogiri, mengaku terpukau dengan keindahan alam dan wisata sejarahnya, ia takjub dengan pohon Kiara yang menjulang tinggi, hingga beberapa temannya mencoba mengelilingi pohon Kiara lebih dari tiga puluh orang.

 

 

“Saya pikir luar biasa tadi saya coba dengan kawan-kawan saya mencapai tiga puluh orang untuk bisa merangkul pohon Kiara, ini juga wisata sejarah menurut saya, dan adik-adik pelajar dan mahasiswa bisa datang ke sini, karena pohon kiara ini tumbuh dengan umur cukup tua,” tambah Tarno. “Nah..bisa kan Pulau peucang menjadi rekomendari perjalanan wisata anda saat ini, Berwisata di Pulau Peucang, Ujung Kulon bisa menjadi daftar kunjungan bersama keluarga di saat hari libur. (asm-rn)

 

 

 

Leave a reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini