Nelayan mengaku senang setelah pagar laut yang sebelumnya menghambat mereka kini sudah tidak ada lagi, saat ini, kebutuhan solar pun mulai bisa dikurangi, jika dibandingkan saat masih berdiri pagar di tengah laut, sebelumnya, setiap melaut biasa membutuhkan empat puluh liter per hari, namun saat ini hanya dua puluh lima liter karena jalur melaut tidak terhalang pagar laut.
Selain itu hasil tangkapan ikan pun meningkat. Salah satu nelayan Cituis mengaku senang bisa Kembali melaut tanpa harus mencari jalan melewati pagar laut.
“Alhamdulillah setelah pager laut di bongkar, perahu bisa langsung ke laut, biasanya mah kita muter-muter cari pintu masuk ke laut, jadi gak abis biaya, biasanya mah sebelum di cabut bisa 40 liter, sekarang mah bablas gak muter, sekarang bisa 25 liter,” ujar Tommy.
Hal senada juga di sampaikan Khaerul, nelayan Cituis mengungkapkan saat ini perahunya bisa langsung ke arah laut dengan cepat.
“Sekarang mah lewat-lewat aja pokoknya enak dah langsung lewat ke laut, alhamdulillah juga ini, peningkatan nangkep ikan juga naek gitu,” tambah Khairul.
Para nelayan berharap instansi terkait dapat melestarikan laut dengan baik, agar peristiwa seperti pagar laut yang mengganggu nelayan tidak kembali terulang.
Vritdigi.com – Lagi dan lagi, Pencurian motor semakin meresahkan, meski terparkir di halaman rumah dengan pagar terkunci bukan jaminan, motor kita sudah aman.
Seperti terjadi di salah satu perumahan di Perumahan Bukit Serang Damai (BSD) Blok I no:12, Lingkungan Tegalsari, Kecamatan Walantaka, kota Serang pada Senin dini hari. Tidak tanggung-tanggung dalam semalam dua motor milik warga raib dibawa pelaku.
Pemilik rumah baru mengetahui kejadian tersebut pada pagi harinya. Diduga pelaku pencurian lebih dari satu orang, saat memeriksa sekitar lokasi, pemilik rumah menemukan selembar uang senilai dua ribu rupiah yang diduga milik pelaku.
Setelah kejadian tersebut, Lutfi yang merupakan korban pagi itu langsung melapor ke polisi.“Pas jam 05,20 dini hari itu sepupu saya mau mandi, terus liat pagar sudah terbuka, motor itu punya ibu saya dan sepupu saya, kedua motor sudah di kunci stang, dan sekarang saya melapor ke Polsek walantaka, ungkap Lutfi.
Sedangkan Kapolsek Walantaka AKP Doelhak, membenarkan adanya laporan pencurian motor yang dialami korban, bahkan saat diselidiki para pelaku meninggalkan uang 2 ribu rupiah di selasar rumah korban.
“Iya benar ada laporan warga kami kehilangan dua unit motor sekaligus, dan pihak polsek sudah melaksanakan cek tempat kejadian perkara, sementara kami baru mendapatkan bukti berupa karcis motor dan uang 2 ribu rupiah di tkp tersebut dan diduga motor korban dicuri menggunakan kunci leter T”. tambah Doelhak.
Sebelumnya Januari lalu tiga motor milik mahasiswa juga raib di kontrakan di lingkungan Sukawana, Kecamatan Curug, digondol pelaku curanmor, polisi bahkan belum bisa menangkap pelaku.Polisi kembali mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati, karena curanmor masih sering terjadi di wilayah Kota Serang.
Vritdigi.com – Eksotis adalah kata sifat yang berarti sesuatu yang tidak biasa, asing, atau berasal dari tempat yang jauh. Kata ini juga dapat diartikan sebagai sesuatu yang memiliki daya tarik atau pesona khusus. Kata “eksotis” memiliki arti yang cukup luas dan dapat diterapkan dalam berbagai konteks. Secara umum, eksotis merujuk pada sesuatu yang memiliki daya tarik atau pesona khusus karena sifatnya yang asing, tidak biasa, atau berasal dari tempat yang jauh. Keeksotisan seringkali dikaitkan dengan keunikan, keindahan, atau keanehan yang memikat perhatian.
Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memberikan definisi resmi untuk kata “eksotis” yang dapat membantu kita memahami penggunaannya dalam konteks bahasa Indonesia. Menurut KBBI, kata eksotis memiliki beberapa arti sebagai berikut: Memiliki daya tarik khas karena belum banyak dikenal umum, Diperkenalkan atau dimasukkan dari luar negeri (tentang mode, gagasan, dan sebagainya)
kita dapat melihat beberapa aspek penting dari arti eksotis:
Keunikan: Sesuatu yang eksotis memiliki ciri khas yang membuatnya berbeda dan menarik.
Kebaruan: Hal-hal eksotis seringkali belum banyak dikenal oleh masyarakat umum.
Asal usul asing: Konsep eksotis sering dikaitkan dengan sesuatu yang berasal dari luar negeri atau budaya lain.
Keistimewaan: Hal-hal eksotis dianggap luar biasa atau istimewa dibandingkan dengan yang biasa ditemui.
Keanehan: Terkadang, sesuatu yang eksotis bisa dianggap aneh atau ganjil karena perbedaannya dengan norma yang ada.
Pemahaman ini memberikan kita landasan yang kuat untuk menggunakan kata eksotis secara tepat dalam berbagai konteks. Penting untuk diingat bahwa meskipun sesuatu yang eksotis sering dianggap menarik, penggunaan istilah ini harus tetap sensitif terhadap konteks budaya dan sosial. Dalam pengertian yang lebih spesifik, eksotis dapat diartikan sebagai: Sesuatu yang berasal dari atau berhubungan dengan negeri asing, terutama negara-negara tropis atau timur jauh, memiliki karakteristik atau penampilan yang tidak biasa dan menarik, sesuatu yang jarang ditemui atau dialami dalam kehidupan sehari-hari,memiliki unsur kebaruan atau keanehan yang memikat.Penting untuk dicatat bahwa konsep eksotis bersifat relatif dan dapat berbeda-beda tergantung pada perspektif dan latar belakang budaya seseorang.
Contoh penggunaan kata eksotis: Pisang eksotis, yaitu jenis pisang yang belum banyak dikenal di pasaran internasional, Gaya rambut yang eksotis, Senjata eksotis, Pertunjukan wayang kulit yang eksotis. Dalam konteks budaya, eksotisme budaya merujuk pada kecenderungan untuk memandang budaya lain sebagai sesuatu yang menarik, misterius, atau bahkan romantis. beberapa contoh penggunaan kata eksotis dalam konteks yang berbeda-beda:
“Pariwisata:”Pulau tersebut menawarkan pemandangan eksotis dengan pantai pasir putihnya yang belum terjamah.
“Kuliner:”Restoran baru itu menyajikan hidangan eksotis dari berbagai penjuru dunia.
“Fashion:”Desainer itu terkenal dengan rancangannya yang eksotis, menggabungkan unsur tradisional dengan sentuhan modern.
“Botani:”Kebun raya tersebut memamerkan koleksi tanaman eksotis dari hutan hujan tropis.
“Zoologi:”Kebun binatang itu berhasil mengembangbiakkan spesies kucing eksotis yang terancam punah.
“Seni:”Lukisan itu menampilkan pemandangan eksotis dari negeri yang jauh, memikat para pengunjung galeri.
“Musik:”Band tersebut menciptakan suara unik dengan menggabungkan alat musik eksotis dari berbagai budaya.
“Arsitektur:”Bangunan itu memiliki desain eksotis yang terinspirasi dari arsitektur Timur Tengah.
“Literatur:”Novel itu mengajak pembaca dalam petualangan eksotis ke negeri-negeri yang belum terjamah.
“Bisnis:”Perusahaan itu mengimpor bahan baku eksotis untuk menciptakan produk yang unik di pasaran.
Penggunaan kata eksotis dalam konteks-konteks ini menunjukkan bagaimana istilah tersebut dapat menyampaikan ide tentang keunikan, daya tarik, dan keasingan dalam berbagai aspek kehidupan. Namun, penting untuk menggunakan istilah ini dengan bijak dan sensitif, terutama ketika merujuk pada budaya atau tradisi tertentu, untuk menghindari stereotip atau eksotisasi yang tidak pantas.